Powered by Blogger.

Monday, June 30, 2014

Studi: Puasa Hasilkan Sistem Kekebalan Tubuh Baru

DuniaFitnes.com – Jum, 27 Jun 2014 15:33 WIB

Bulan puasa telah tiba. Ini artinya umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan ibadah puasa mulai dari terbit matahari hingga menjelang malam saat matahari terbenam.
manfaat puasa Studi: Puasa Hasilkan Sistem Kekebalan Tubuh BaruStudi: Puasa Hasilkan Sistem Kekebalan Tubuh Baru
Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa berpuasa memiliki segudang manfaat kesehatan, di antaranya adalah peningkatan sistem kekebalan tubuh dan pembaruan sel-sel tua yang rusak dalam tubuh.
Puasa mendorong tubuh untuk menggantikan sel tua dan rusak, terutama jika sistem kekebalan tubuh telah rusak oleh penuaan atau pengobatan kanker, kata Valter Longo dari University of Southern California.
“Ketika Anda lapar (puasa), sistem mencoba untuk menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel-sel kekebalan tubuh yang tidak diperlukan, terutama yang berpotensi mengalami kerusakan,” jelas Valter Longo.
Selama studi, para peneliti menemukan bahwa orang yang berpuasa beberapa hari dalam dua bulan memaksa tubuh bertahan ke mode hidup – menggunakan cadangan gula dan lemak pada tingkat optimal sebagai sumber energi.
Tubuh kemudian mengirim sinyal kepada sel induk untuk menumbuhkan dan membangun kembali seluruh sistem.
“Dengan sistem rusak berat akibat kemoterapi atau penuaan, berpuasa dapat menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang baru,” catat Valter.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi beberapa efek berbahaya dari kemoterapi,” tambah Tanya Dorff, asisten Valter Longo pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell. (dan)

Published: By: Ferdy Firmansyah - 5:22 AM

Ini Dia 10 Kebiasaan Yang Bisa Merusak Mata!

Dreamers Radio – Sab, 28 Jun 2014 09:00 WIB

DREAMERSRADIO.COM - Dreamers pasti ingin punya mata yang sehat kan? Tapi pada kenyataannya kita sering melakukan kebiasaan buruk yang tanpa kita sadari bisa merusak mata kita. Contoh kecilnya adalah kebiasaan menatap gadget seperti ponsel, tab, dan laptop terlalu sering.
Kebiasaan memang susah untuk diubah, namun jika untuk alasan kesehatan, apa kita masih ragu untuk melakukannya? Seperti yang dilansir Boldsky.com, berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa merusak mata.
1. Menonton film melalui laptop/tab
Menonton film melalui laptop/tab sedang sangat digandrungi saat ini. Kita tinggal mengunduh film, lalu menontonnya kapanpun kita mau dan menonton dari jarak dekat. Kebiasaan ini bisa membuat mata lelah.
2. Membaca tanpa penerangan yang cukup
Kebiasaan membaca tanpa penerangan yang cukup, apalagi dalam posisi berbaring, adalah kebiasaan yang bisa merusak mata.
3. Tidak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran
Buah-buahan, khususnya jeruk, dan sayuran kaya akan vitamin yang bisa menutrisi mata. Jika tidak, kondisi mata akan cepat menurun.
4. Membaca saat diperjalanan
Kebiasaan membaca saat berada di atas mobil atau kendaraan lainnya adalah kebiasaan yang tidak baik. Guncangan dari kendaraan bisa membuyarkan fokus kita saat membaca dan mata kita harus kembali menyesuaikan dengan gerakan yang terjadi secara berulang-ulang.
5. Tidak memakai kacamata hitam
Saat berada di tempat yang sangat terik dan sinar matahari terasa menyengat, radiasi UV akan berpengaruh buruk bagi mata, ditambah jika tidak memakai kacamata hitam sebagai pelindung. Hal itu bisa merusak mata.
6. Tidak berkedip saat menatap layar komputer
Ketika terlalu sibuk dengan pekerjaan yang mengharuskan kita menatap layar komputer terlalu lama, biasanya akan menyebabkan lupa untuk berkedip. Kebiasaan ini bisa membuat mata menjadi kering. Berkedpilah setiap beberapa detik untuk menjaga agar mata tetap lembab dan jangan lupa istirahat
7. Menyipitkan mata
Kebiasaan menyipitkan mata karena pancaran sinar bisa mengacaukan kerja bola mata. Hal ini bisa menambah kerja lensa mata kita.
8. Tidak memeriksa mata secara teratur
Idealnya, setiap orang harus memeriksakan mata mereka paling tidak satu tahun sekali untuk memastikan bahwa mata tidak rusak dan membutuhkan kacamata. Tapi kebanyakan orang terlalu sibuk atau malas untuk memeriksakan mata mereka yang sebenarnya penting.
9. Merokok
Merokok adalah kebiasaan buruk yang bisa berdampak ke seluruh tubuh. Perokok lebih rentan terkena katarak dibanding mereka yang tidak merokok.
10. Menonton televisi sambil berbaring
Terlalu malas untuk duduk saat menonton televisi? Mulai sekarang hindari kebiasaan itu karena bisa membuat mata gampang lelah dan posisinya tidak bagus bagi mata. Hal itu juga bisa menurunkan daya penglihatan mata.

Jadi Dreamers, ayo hentikan 10 kebiasaan di atas untuk mata yang lebih sehat!
Published: By: Ferdy Firmansyah - 5:19 AM

Penduduk Muslim yang Berpuasa Hingga 21 Jam

Senin, 30 Juni 2014 18:29 by syaifan

DREAMERSRADIO.COM - Bagi umat Islam di Indonesia, mungkin aga sedikit beruntung karena tinggal di negara beriklim tropis sehingga tidak perlu berlama-lama saat menjalani ibadah puasa. Rata-rata, di Indonesia umat Islam hanya akan berpuasa sekitar 14 hingga 15 jam setiap harinya.
Namun, tantangan untuk tidak makan dan minum selama 14 jam bukanlah sesuatu yang begitu berat. Karena ternyata, masih ada umat Islam di belahan dunia lain yang harus berpuasa setidaknya selama 21 jam!
Dilansir dari Alaska Dispatch, umat Islam di Kota Luleå, Swedia harus berpuasa minimal selama 21 jam karena matahari bersinar sejak jam 2 pagi dinihari dan baru akan terbenam pada pukul 11.30 malam harinya. Sehingga, hal tersebut mau tak mau memaksa mereka berpuasa selama matahari bersinar.
Salah seorang warga yang beragama Islam pun mengaku mereka cukup sulit untuk menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan selama itu. Sebagai jalan keluar, sejumlah ulama ada yang bersepakat untuk memberikan keringanan kepada umat Islam di sana dengan berpuasa mengikuti waktu kota yang menjadi kiblat umat Islam, Mekkah.
Meskipun sudah diberikan solusi seperti itu, ternyata masih ada pertentangan sendiri diantara para ulama di Eropa yang selalu membuat pertemuan rutin jelang Ramadhan bahwa sebaiknya jam berpuasa di kota tersebut mengikuti waktu kota terdekat yang durasinya lebih pendek.
“Aku mengikuti waktu berpuasa seperti di Kota Stockholm atau Uppsala. Aku jadi bisa mendapatkan lebih banyak waktu untuk mengisi energi dan menambah nutrisi. Mengikuti waktu Stockholm, aku akan buka puasa pada jam 9.30 malam,” ujar Amer Alramahi.
Tidak hanya di Kota Luleå, penduduk beragama Islam di Kota Malmö juga harus bertarung dengan panasnya matahari selama bulan Ramadhan. Karena seperti yang diketahui, kota tersebut hampir disinari matahari selama 24 jam pada bulan Juli.
Waah.. semoga mereka semua bisa diberikan kekuatan untuk berpuasa hingga akhir menjelang Lebaran nanti ya, Dreamers! ^^ (Syf)

Published: By: Ferdy Firmansyah - 5:17 AM

Sunday, June 29, 2014

Danau Qiandao - Zhejiang China

Reporter : Tantri Setyorini | Senin, 30 Juni 2014 11:12
Merdeka.com - Danau Qiandao atau yang dalam bahasa Indonesia berarti 'danau seribu pulau' merupakan sebuah perairan dengan pemandangan menakjubkan yang ada di Zhejiang, Cina. Posisinya sekitar 150 kilometer dari kota Hangzhou. Dilaporkan Amusing Planet, danau ini sebenarnya adalah sebuah danau buatan yang dibentuk untuk menunjang stasiun hidroelektrik Sungai Xin'an. Pada tahun 1959, dalam rangka membangun Xin'anjiang Reservoir lembah tempat danau itu berada dialiri dengan air. Hasilnya adalah danau merangkap waduk seluas 573 kilometer persegi dengan kapasitas penyimpanan 17,8 kilometer kubik. Danau ini mendapat nama danau seribu pulau sebab di atasnya bertebaran 1.078 pulau besar dan beberapa ribu pulau lebih kecil lainnya.

Danau Qiandao dikenal karena airnya yang sangat jernih. Air di sini merupakan bahan baku pabrik produsen air mineral Nongfu yang terkenal seantero China. Danau ini juga rumah bagi hutan-hutan lebat yang tersembunyi di pulau-pulau eksotis di atasnya. Danau ini populer sebagai tempat wisata, terutama wisata tur antar-pulau yang umumnya mencakup Pulau Burung, Pulau Ular, Pulau Monyet, dan Pulau Gembok (di dalamnya benar-benar terdapat gembok terbesar di dunia.
Tetapi bukan itu saja yang menjadikan danau Qiandao unik. Kekayaan yang tersembunyi dasar danaunya merupakan bagian terbaik dari danau itu. Sebelum lembah Gunung Wu Shi disulap menjadi danau Qiandao, di sana terdapat dua kota kuno yang megah, yaitu Shi Cheng dan Dia Cheng. Shi Cheng dibangun lebih dari 1300 tahun yang lalu pada tahun 621 Masehi. Kota itu pernah menjadi pusat politik, ekonomi dan budaya pada masa Dinasti Tang. Sementara Dia Cheng didirikan pada tahun 208 Masehi. Dulunya merupakan pusat perdagangan pada saman Dinasti Han berkat posisinya yang strategis, di sepanjang Sungai Xin'anjiang.
Setelah lembah itu dijadikan danau reservoir, akhirnya dua kota yang reruntuhannya masih menyimpan sisa kemegahan masa lalu itu tenggelam untuk selamanya. Tampaknya pemerintah memang tidak terlalu berminat untuk melestarikan kedua situs bersejarah itu. Kota-kota itu kemudian terlupakan selama 40 tahun sampai tahun 2001, ketika Qiu Feng, seorang pejabat setempat yang bertanggung jawab atas pariwisata, berinisiatif untuk memanfaatkan reruntuhan kota kuno yang terendam air itu sebagai daya tarik wisata bagi para penyelam.
Dia Cheng dan Shi Cheng pun jadi primadona wisata. Dua kota kuno tersebut memang menampilkan seni arsitektur rumit dan gaya dekorasi yang mengagumkan. Yang mengejutkan, pada tahun 2005, departemen pariwisata setempat menemukan tiga kota kuno lain di bawah air. Penemuan tersebut menjadikan wilayah Danau Qiandao semakin populer hingga ke mata dunia. Sayangnya karena lembah tempat kota-kota kuno tersebut sudah terlanjur menjadi danau, usaha restorasi jadi semakin sulit. Padahal dengan terendam di bawah air seperti itu, bisa jadi situs-situs bersejarah tersebut tidak akan bertahan lama. Tetapi karena sudah terlanjur terendam air selama puluhan tahun, dikhawatirkan situs sejarah itu akan semakin rusak jika terpapar sinar matahari dan udara secara langsung. 

Beberapa ahli percaya bahwa cara terbaik untuk melindungi situs-situs ini adalah dengan membiarkannya, karena dengan teknologi yang terbatas salah-salah justru akan menghancurkan situs. "Sebelum kita memanfaatkan peninggalan budaya kita, kita harus melindungi mereka," kata Fang Minghua, mantan direktur Kantor Manajemen Heritage Chun'an County merujuk pada rencana restorasi pemerintah yang bertujuan untuk eksploitasi pariwisata. Dia mengatakan bahwa saat ini, teknologi tidak menawarkan pilihan yang layak.
Published: By: Ferdy Firmansyah - 11:51 PM

Kenapa semua planet di jagat raya berbentuk bulat?

Reporter : Dwi Andi Susanto | Minggu, 29 Juni 2014 18:09
Merdeka.com - Tentunya banyak orang yang sudah mengetahui namun justru tidak mengerti kenapa mayoritas benda di luar angkasa itu berbentuk bulat dan seluruh planet termasuk bumi juga memiliki bentuk seperti bola?

Mulai dari Matahari, Merkurius, Venus, bumi sampai dengan Pluto dan juga planet-planet lain di luar Galaksi Bima Sakti memiliki bentuk yang sama yaitu bulat.

Jawaban kenapa planet dan banyaknya benda antariksa lainnya berbentuk bulat disebabkan oleh dua hal, pertama yaitu gravitasi dan kedua adalah formasi dari sistem tata surya.

Tata surya dibentuk dari apa yang disebut nebula atau sebuah konsentrasi area yang berisikan gas dan debu kosmik yang disebut juga dengan ISM atau Instellar Medium. Gas dan debu kosmik ini tersebar di mana-mana dan akan berkumpul menjadi satu pada sebuah gravitasi yang cocok dengannya.

Menurut Derek Sears, seorang profesor dari University of Arkansas, ketika suatu planet atau bintang sedang dalam proses pembentukan, medan gravitasi akan menarik semua hal yang ada di dekatnya sembari berputar dengan kencang. 

Medan gravitasi pusat akan terus menarik debu-debu kosmik dan juga gas yang ada di sekitarnya, lapisan gravitasi lainnya akan menutupi bagian luar dan kecepatan putarnya itu akan membentuk model seperti bola.

Besar kecilnya suatu planet tentunya tergantung kekuatan medan gravitasi inti dalam menarik debu kosmik dan gas-gas di sekitarnya. Namun perlu diingat, sebenarnya semua planet di jagat raya ini tidak berbentuk bulat 100 persen, hanya terlihat seperti bola dari kejauhan.

Sumber: Scientificamerican.com, Wiki.answer.com, Universetoday.com, Livescinece.com
Published: By: Ferdy Firmansyah - 11:20 PM